Tampilkan postingan dengan label Pencegahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pencegahan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

Mengatasi Jerawat di Punggung

Mengatasi Jerawat di Punggung. Masalah jerawat memang menjadi maslah bagi kita semua. Masalah ini tidak hanya timbul pada area wajah saja, bagi sebagian orang bintik kecil tersebut juga bisa tumbuh di bagian punggung. Masalah tersebut sering membuat wanita tidak percaya diri saat mengenakan baju yang terbuka di bagian belakang. Sama seperti wajah, jerawat di punggung juga disebabkan oleh banyaknya produksi sebum (minyak alami). Pori-pori menjadi tersumbat, sehingga menjadi tempat berkumpulnya bakteri-bakteri yang kemudian bertransformasi menjadi jerawat. Menurut Acne Resource Center ada beberapa penyebab lainnya dalam pertumbuhan jerawat di punggung antara lain, pakaian ketat, keringat yang berlebihan dan memakai ransel yang berat. Dengan perawatan yang teratur jerawat di punggung dapat di hilangkan. Ini dia tipsnya untuk menghilangkan jerawat di punggung. 1. Perhatikan Bahan Pakaian Saat beraktivitas di siang hari pakailah baju yang mudah menyerap keringat. Pilihlah pakaian berpotongan longgar dengan bahan yang tidak membuat panas seperti katun dan linen. Keringat merupakan salah satu penyebab utama jerawat yang bisa mengembangkan bakteri di punggung. 2. Hindari Rambut Menjuntai ke Punggung Seperti dikutip acne avengers, kotoran dan debu dapat hinggap pada rambut yang terurai. Nah jika rambut menjuntai mengenai punggung, maka kotoran rambut bisa jatuh di bagian belakang Anda tersebut. Maka dari itu, jika Anda memiliki rambut panjang, kuncir rambut tinggi-tinggi. 3. Scrub Dengan rajin melakukan scrub pada bagian punggung, maka sel-sel kulit mati yang menjadi penyebab jerawat akan tersingkir. Selain menggunakan produk scrub yang banyak dijual di pasaran, Anda bisa menggunakan scrub alami seperti dari gula atau garam. 4. Mandi dengan Sabun Anti-bakteri Gosok bagian punggung Anda dengan sabun anti-bakteri dua kali sehari. Jangan menggunakan sabun anti-bakteri lebih dari dari itu. Sabun anti-bakteri dapat menyebabkan kulit teritasi dan sangat kering. Usahakan mandi sesegera mungkin jika Anda habis berkegiatan yang sangat aktif dan banyak mengeluarkan keringat. Ketika keringat terjebak di kulit dapat bercampur dengan minyak sehingga menyebabkan jerawat. 5. Benzoil Peroksida Menurut Acne Resource Center, benzoil peroksida merupakan solusi yang ampuh dalam menghilangkan jerawat. Berkat kandungan kimianya, sebanyak 70 persen penderita jerawat dapat membaik dalam waktu 6 minggu. Obat ini bisa berupa krim atau gel yang dapat dioleskan di bagian yang berjerawat. Gunakan benzoil peroksida yang memiliki kadar 10 persen. Benzoil peroksida bisa dibeli di apotek atau toko farmasi. 6. Aspirin Seperti dilansir Type F, cara lain untuk membasmi jerawat adalah dengan aspirin. Obat pereda sakit dan penurun demam itu ternyata berguna untuk mencegah penyumbatan pori-pori, karena mengandung anti inflamasi. Caranya menggunakannya adalah dengan menghaluskan lima hingga 10 butir aspirin, campurkan dengan sedikit air. Aduk hingga menjadi pasta, lalu pulaskan pada bagian yang berjerawat. Diamkan 10 hingga 15 menit. Setelahnya bilas dengan air hangat.

Hal Penting Cegah Osteoporosis

Hal Penting Cegah Osteoporosis. Makanan tertentu dapat membantu mencegah osteoporosis. Maka, sangat perlu untuk mengetahui sumber terbaik nutrisi yang dapat memperkuat dan membangun kepadatan tulang. Biar tulang nggak keropos jangan lewatkan yang tiga ini ya. Osteoporosis adalah hilangnya kepadatan jaringan tulang atau terjadinya keropos pada tulang. Walaupun kehilangan beberapa kepadatan tulang seiring pertambahan usia adalah hal yang normal, tetapi beberapa orang berada pada risiko kehilangan jumlah yang lebih besar dari yang lain dan osteoporosis. Tapi dengan mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi maka bisa menjaga tulang tetap sehat dan kuat sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya osteoporosis. Berikut beberapa nutrisi yang dapat memperkuat dan membangun kepadatan tulang seperti dikutip dari EverydayHealth, antara lain: 1. Kalsium Kalsium sangat penting untuk kesehatan tulang. Tubuh menggunakan dan kehilangan kalsium setiap hari. Jika lebih banyak kalsium yang hilang daripada yang diganti, maka akan terjadi pengkeroposan pada tulang. Karena tubuh tidak membuat kalsium, maka harus mendapatkan kalsium dari makanan. Jumlah kalsium yang dibutuhkan dalam diet setiap hari adalah 1.200 mg untuk orang dewasa di atas 50 tahun, 1.000 mg untuk orang dewasa usia 19-50 tahun, dan 1.300 mg untuk anak usia 9-18 tahun. Susu adalah sumber kaya kalsium. Susu, yogurt, keju, dan makanan penutup beku merupakan sumber kalsium populer dengan 300 mg atau lebih dalam satu porsi satu cangkir. Susu dengan lemak dan kadar air yang lebih rendah merupakan sumber kalsium yang terkonsentrasi. Susu juga mengandung fosfor, merupakan nutrisi yang diperlukan untuk bekerja dengan kalsium. Beberapa sayuran, seperti sayuran hijau mengandung 150-270 mg kalsium tiap porsi. Sumber lain dari kalsium termasuk: a. Sarden dan salmon dengan tulang b. Tahu c. Kacang almond d. Makanan yang diperkaya kalsium seperti jus jeruk dan sereal Jika tidak bisa makan makanan susu karena intoleransi laktosa, Tietyen merekomendasikan mencoba produk susu yang berbeda, misalnya, yoghurt. Jika tidak bisa mendapatkan cukup kalsium dari makanan sehari-hari, maka dapat mengonsumsi suplemen harian. 2. Protein "Protein adalah nutrisi cukup penting untuk kesehatan tulang," kata Janet Tietyen, PhD, RD, seorang profesor dari University of Kentucky's School of Human Environmental Sciences. Sumber protein yang baik, antara lain: a. Daging, unggas, dan ikan b. Kacang-kacangan dan biji-bijian c. Produk susu d. Kacang kering dan kacang polong e. Telur Diet rendah dan tinggi protein dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk penggunaan terbaik kalsium. Makan protein dalam jumlah yang cukup adalah yang terbaik. Kebutuhan protein untuk wanita usia 19 tahun ke atas adalah 46 gram per hari, sedangkan untuk pria 56 gram per hari. 3. Nutrisi lain yang dapat memperkuat tulang Vitamin D diperlukan untuk penyerapan kalsium dan untuk mencegah keropos tulang. Rekomendasi harian untuk vitamin D adalah 400-800 International Unit (IU) untuk orang dewasa di bawah usia 50 tahun, dan 800-1.000 IU per hari untuk orang dewasa usia diatas 50 tahun. Orang mungkin dapat memenuhi kebutuhan vitamin D dengan mendapatkan minimal 15 menit sehari dari paparan sinar matahari. Jika tinggal di rumah atau tinggal di iklim yang lebih dingin, maka bisa mendapatkan manfaat dari mengonsumsi suplemen harian vitamin D dengan jumlah 400-600 IU. Jika minum susu untuk mendapatkan kalsium, maka juga bisa mendapatkan vitamin D, karena biasanya ditambahkan ke dalam susu. Sumber makanan lainnya yang kaya vitamin D adalah kuning telur, ikan laut, dan hati. Magnesium, seng, tembaga, besi, fluoride, dan vitamin A dan C juga diperlukan untuk mencegah keropos tulang. Makan diet seimbang yang mencakup banyak buah dan sayuran, gandum, daging, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat membantu mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Mendapatkan setidaknya jumlah minimum yang disarankan setiap hari adalah yang paling penting dalam menjaga kesehatan tulang dan mencegah keropos tulang dan osteoporosis. Kenali gizi yang diperlukan dalam mencegah keropos tulang, dan pastikan diet sehari-hari mengandung nutrisi yang cukup penting untuk membangun kepadatan tulang. .

Mengatasi Rambut Rontok

Mengatasi Rambut Rontok. Hampir semua orang pernah mengalami yang namanya rambut rontok. Rambut Rontok adalah Lepasnya rambut dari kulit kepala atau rambut rontok kerap terjadi saat keramas, blow dry atau menyisir rambut. Kehilangan rambut 50-100 helai per hari masih terbilang normal. Menurut Dermatologist Francesca Fusco, MD yang ahli dalam rambut rontok, itu hanya siklus pergantian rambut. Rambut rontok helaian demi helaian yang baru menggantikan rambut yang sudah menua tidak menghawatirkan. Akan tetapi jika rontoknya sampai berlebihan, bisa jadi merupakan sebuah tanda gangguan medis yang serius. 1. Telogen Effluvium Rambut rontok ini umumnya terjadi setelah kelahiran, operasi besar, penurunan berat badan yang drastis atau stres tingkat tinggi. Telogen Effluvium juga bisa terjadi karena efek samping dari pengobatan medis tertentu, misalnya penggunaan antidepresan atau obat anti peradangan. Penyebabnya, karena pertumbuhan rambut berlangsung lebih cepat dari keadaan normal. Sehingga akar rambut tidak sempat 'istirahat' untuk fase pergantian dari rambut lama ke rambut baru. Biasanya kerontokan dialami 6 minggu sampai 3 bulan pasca kejadian, dan jumlahnya bisa sebanyak genggaman tangan orang dewasa. 2. Faktor Keturunan Rambut rontok yang disebabkan faktor genetik biasa disebut androgenetic alopecia. Menurut American Academy of Dermatology, androgenetic alopecia merupakan penyebab kerontokan rambut paling umum. Gen ini bisa diwariskan baik dari pihak ayah, ibu atau kedua orangtua. Rambut rontok wanita dengan gen ini umumnya mengalami rontok di sekitar poni. Kondisi ini terjadi perlahan-lahan dan umumnya dialami di awal usia 20an tahun. Pada beberapa kasus, kerontokan bisa menyebar hingga seluruh bagian kepala. 3. Kelebihan Hormon Thyroid Hormon thyroid bertanggung jawab menjaga metabolisme dasar tubuh untuk pertumbuhan rambut, kulit dan kuku. Tapi jika kadarnya tidak tepat (kelebihan atau kekurangan) bisa mengubah fungsi tubuh secara keseluruhan. Kelebihan hormon thyroid bisa menyebabkan kenaikan berat badan, kelelahan, konstipasi, depresi, rambut, kuku dan kulit menjadi rapuh dan mudah rusak. Thyroid yang terlalu banyak juga bisa mengakibatkan rambut rontok karena metabolisme terlalu cepat. 4. Kekurangan Zat Besi Rambut rontok pada wanita yang pendarahannya banyak saat menstruasi atau kurang mengonsumsi makanan kaya zat besi, bisa mengalami kekurangan zat besi. Artinya, darah tidak memiliki jumlah sel darah merah yang cukup untuk mengalirkan oksigen ke sel-sel tubuh. Akibatnya tubuh mengalami kelelahan, lemah, kulit pucat dan kerontokan rambut karena aliran nutrisi yang terhambat pada tubuh. 5. Kondisi Kulit Kepala Rambut rontok juga disebabkan Kulit kepala yang tidak sehat bisa menyebabkan peradangan yang membuat rambut sulit tumbuh. Ketombe, psoriasis (penebalan kulit berwarna kemerahan dan bersisik) dan infeksi jamur merupakan kondisi kulit yang bisa memicu rambut rontok. 6. Alopecia Areata Rambut rontokakibat Alopecia Areata merupakan gangguan pada sistem imun atau daya tahan tubuh. Sistem imun bekerja terlalu 'agresif' sehingga menyerang folikel rambut. Gejalanya dapat timbul dalam tiga bentuk; bercak-bercak kebotakan berbentuk bulat pada kulit kepala, kerontokan total pada kepala dan kerontokan rambut pada seluruh bagian tubuh. Penyebab gangguan yang dialami sekitar 4,7 miliar orang di Amerika Serikat ini belum diketahui secara pasti. Namun diduga kuat karena dipicu oleh stres atau penyakit. 7. Penataan Rambut yang Berlebihan Rambut rontok karena terlalu sering keramas, blow-dry, catok dan mewarnai bisa merusak rambut Anda secara permanen. Panas dan bahan-bahan kimia akan melemahkan batang rambut, menyebabkan rambut mudah patah dan rontok. Rambut yang rontok akibat penataan berlebihan biasanya patah di tengah batang rambut, bukan dari akar.

Atasi Ngantuk pada Jam Kerja

Atasi Ngantuk pada Jam Kerja. Rasa kantuk terkadang datang di saat yang tidak tepat. Misalnya saja mengantuk di jam kantor saat Anda harus menghadiri rapat penting. Menurut sebuah survei di Amerika, sekitar 1 dari 10 karyawan mengakui mereka pernah tertidur di jam kerja. Tertidur di jam kerja mungkin hanya menimbulkan rasa malu jika ketahuan, tetapi untuk mereka yang pekerjaannya membutuhkan konsenstrasi tinggi dan menuntut kesempurnaan, seperti pengendali lalu lintas udara, sopir, dokter, atau polisi, ngantuk tak tertahankan saat bekerja bisa berdampak fatal. Jika Anda tergolong orang yang kerap diserang rasa kantuk saat bekerja, mungkin kiat sederhana berikut bisa dicoba untuk membuat Anda bangkit dari kantuk. 1. Konsumsi kafein Secangkir teh, kopi, cola, atau minuman energi, adalah sumber kafein yang kerap dicari. Kafein adalah stimulan atau zat yang bisa meningkatkan produksi adrenalin dan menghambat zat kimia yang menyebabkan kantuk. Para ahli merekomendasikan konsumsi kafein setiap hari tak lebih dari 200 miligram. Jumlah itu setara dengan tiga cangkir kopi. 2. Dengarkan musik Sebuah studi yang dilakukan di Taiwan menemukan bahwa orang yang mendengarkan musik sebelum mengerjakan ujian cenderung memiliki level konsentrasi lebih tinggi dibanding yang tidak mendengar musik. Musik favorit juga mengembalikan mood dan meningkatkan kemampuan otak. 3. Ngemil Ngemil termasuk dalam "obat" pengusir kantuk. Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa protein merangsang sel orexin di otak yang akan mengirimkan impuls listrik yang membuat kita tetap waspada dan terjaga. Sebagai perbandingan, camilan yang kaya karbohidrat justru dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan menurunkannya sehingga membuat kita mudah ngantuk. 4. Bergerak Duduk terus menerus bukan hanya menyebabkan bosan tapi juga memancing kantuk. Usir dengan sedikit peregangan untuk melancarkan kembali aliran darah. 5. Paparan sinar matahari Ruangan kerja yang kurang cahaya bisa membuat mata sulit terbuka. Studi yang dilakukan di Perancis terhadap 13.000 karyawan menemukan, mereka yang ruangannya terpapar cahaya matahari jarang mengantuk saat bekerja dan risikonya menderita insomnia lebih rendah. 6. Rangsang indra penciuman Menghirup aroma tertentu ternyata cukup efektif untuk mengembalikan kembali fokus . Beberapa aroma yang cukup efektif membuat mata terbuka adalah pepermint, kayu manis, kopi, dan juga cokelat. 7. Kunjungi dokter Bila Anda terus menerus diserang rasa kantuk saat bekerja, konsultasikan pada dokter. Rasa lelah dan mengantuk meski tidak melakukan aktivitas berat, bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan, seperti anemia atau sleep apnea.

Mencegah Kulit Kering

Mencegah Kulit Kering . Meski pun kita tinggal di negara tropis yang hangat, tetapi nyatanya kebanyakan orang beraktivitas di ruangan yang dingin oleh penyejuk udara. Kondisi ini bisa menyebabkan kondisi kulit kering, pecah-pecah, dan terasa gatal. Untuk menyiasatinya, simak tips dari American Academy of Dermatology agar kulit terjaga kelembabannya. 1. Mandi air dingin Mandi air hangat memang bisa membuat rileks, tetapi air hangat membuat kulit lebih mudah kering. Ini karena minyak alami pelindung kulit terhapus oleh air hangat. Karena itu biasakan untuk mandi dengan air dingin. Bila ingin mandi dengan air hangat, mandilah dengan cepat. 2. Pilih sabun Kulit seharusnya terasa lembut dan kenyal setelah mandi. Jika kulit malah terasa kering atau tertarik, mungkin Anda perlu mengganti sabun. Bila kulit Anda tergolong kering, pakailah sabun yang ditambahkan dengan pelembab. Terkadang memang diperlukan beberapa kali uji coba sebelum menemukan sabun yang tepat. Biasakan untuk menggunakan sabun pada area tertentu saja seperti wajah, ketiak, kaki, atau sekitar paha. 3. Pakai pelembab Waktu paling tepat untuk memakai pelembab adalah setelah mandi ketika kulit masih dalam kondisi lembab sehingga zat pelembab mudah diserap dan dikunci. Pelembab dalam bentuk krim adalah yang terbaik untuk kulit kering. Bila memungkinkan pilih produk yang bebas parfum. Untuk wajah, gunakan pelembab yang mengandung vitamin C dan E. 4. Konsumsi air yang cukup Meski tidak berkaitan secara langsung, namun konsumsi air yang cukup bisa memperlancar metabolisme dan membuang toksin sehingga tubuh tetap sehat dan fit. Ini bisa dibuktikan jika kita lupa minum air putih maka badan terasa lemas dan keringat juga berkurang.